Dari tatapan sebuah mata aku mengenalnya, dari senyum yang menghiasi wajahnya aku mulai jatuh akan pesonanya. Melihat mu tertawa, melihat mu menatap, melihat mu belajar aku benar jatuh akan pesonamu. Pesonamu memang tidak bisa ku alihkan, pesona yang mampu membuat kaum hawa memandang ke arah mu. kadang aku ingin berteriak "hai, pesonamu mengganggu hari ku!" tapi ku tahu, ku tak akan mampu mengucapkannya, bahkan meneriakinya.
lambat laun pesona mu menjadi rasa "kagum", tanpa seiring ku ketahui aku jatuh kedalam pesonamu. selain pesona ketampanan mu yang mengisi hari ku, aku melihat ada keimanan didalam dirimu. yaa kau mencinta tuhan mu. bahkan kau tak pernah absen dengan sunnah-Nya. aku semakin jatuh kepelosok akan dirinya.
diwaktu itu, setahun berlalu, aku mengagumi pesonanya dalam diam. aku tak lagi bisa melihatnya. ya, kita berbeda sekolah. jarak memisahkan aku untuk melihatnya, mengaggumi dalam diam ku kepadanya.
dan ku kira, rasa kagum yang kumiliki kepada nya, tentang pesona dan keimanannya, akan bengangsur setelah kelulusan, dan kita berpisah. tetapi, aku salah! yak, aku semakin mengaggumi nya walaupun aku tak pernah melihatnya. aneh bukan? seakan dirinya selalu ada didekat diriku
kalau dihitung, 5 tahun berlalu setelah aku mengagguminya. perasaan ini semakin menjadi, aku mencintainya tanpa seorang pun tahu. bukan, bukan karena aku pengecut tetapi aku sadar. kecintaan kepada-Nya yang membuat aku diam. aku tak ingin menduakan-Nya, menduakan pencipta ku. aku memang mencintai ciptaannya tapi aku tak sanggup untuk menduakan Pencipta-ku.
kenapa? karena aku ingin cinta yang suci, cinta yang didasarkan agamaku. cinta yang bukan untuk dipermainkan tetapi dihalalkan. aku mampu menahanya, aku mampu menutupinya karena aku tahu, semakin aku mengejar cintanya semakin tuhanku menjauhi dirinya.
memang, dia selalu hadir disetiap doa ku, dia selalu hadir disetiap aku bersujud dengan tuhan ku. karena aku menyimpan dia dihati, berbeda dengan laki-laki yang dulu singgah dihati ku. memang dulu ku salah, menodai cinta atas nama "pacaran" tapi, kian seiringnya waktu aku sadar. pacaran itu perbuatan dosa, perbuatan yang membuat tuhanku cemburu dan murka.tuhanku akan selalu mendengarkan doaku.
karena pada hakekatnya cinta itu diam. diam-diam selalu berdoa akan dirinya. biarkan cinta ini tumbuh, dan hanya diri ku dan tuhanku yang tahu.
dahulu, sebelum aku dekat kepada-Nya, aku ingin mencurahkan seluruh perasaan yang tersimpan sejak lama. tetapi, aku bersyukur ,tuhanku menghentikan semuanya. karena jikalau aku melakukannya perasaan ini tidak suci lagi.
hi.. jikalau kita bersama maafkan aku yang dulu telah salah mengartikan cinta dengan sebuah ikatan. dan sekarang aku hanya ingin kepada sang pemilik hati aku mencintaimu dalam diam ku, dan hanya dengan sang pemilik, nama mu selalu ku panjatkan dalam doaku. percayalah, bahwa tuhanku sang pembolak-balikan hati.
sekarang tugas ku adalah memperbaiki diriku, agar suatu saat aku bisa memantaaskan diriku kepada mu. dan bukan hanya itu, tetapi tugas ku yang lainnya ialah mengendalikaan perasaan ini. ku tahu ini tidak semudah itu, harus dengan kesabaran aku mengendalikannya. harus ekstra sabar, karena kadang rasa cemburu hadir melingkupi hati ini. melihat banyak perempuan diluar sana yang mendekti diri mu. dan terkadang rasa ingin berjumpa pun ada, tetapi kembali ku ingat. tuhanku memberi rasa cinta ini untuk dikendalikan, untuk membuat ku memperbaiki diri, untuk belajar bersabar dan dekat kepada-Nya.
dan untuk kawan-kawan semuanya. aku tidak memaksa diri mu untuk melakukan apa yang sama dengan diriku. tetapi yang harus kalian ingat. cinta yang suci bukan cinta yang memilih ikatan yang haram tetapi halal.
dalam diam aku mencintaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar